2 November 2017

Manfaatkan Asuhan Mandiri (Self-Care) dalam Keluarga Indonesia

Pembangunan kesehatan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan nasional, mengarah kepada mempertahankan kondisi sehat dan tidak sakit serta produktif melalui upaya promotif dan preventif. Salah satu strategi pembangunan kesehatan adalah mendorong masyarakat agar mampu memelihara kesehatannya, serta mengatasi gangguan kesehatan ringan secara mandiri melalui kemampuan asuhan mandiri.

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia  Nomor 9 tahun 2016 tentang upaya pengembangan kesehatan tradisional melalui asuhan mandiri (self care) dengan pemanfaatan taman obat keluarga dan keterampilan yaitu akupresur merupakan  petunjuk yang sangat bermanfaat dan dapat dilakukan secara mandiri di keluarga maupun masyarakat.

Arah kebijakan ini memperkuat upaya peningkatan kesehatan dan pencegahan penyakit serta pemberdayaan masyarakat dapat dipenuhi salah satunya oleh pelayanan kesehatan tradisional yang berorientasi pada upaya menyehatkan dan mempertahankan sekaligus meningkatkan kualitas hidup seseorang. Peningkatan kesadaran, motivasi, dan kemampuan masyarakat  untuk hidup sehat akan mempercepat pencapaian status kesehatan yang optimal.

Selama ini Indonesia mempunyai pengalaman dalam upaya menjaga danmemelihara kesehatannya secara mandiri dengan memanfaatkan pengetahuan dan keterampilan yang diwariskan secara turun temurun pada kehidupan sehari-hari dalam bentuk minuman jamu, ramuan yang dioleskan, dihirup dan dikombinasi dengan pijat. Keadaan ini perlu terus dilestarikan dengan berbagai upaya melalui peningkatan kemampuan tenaga kesehatan dan  masyarakatPeningkatan kemampuan masyarakat dalam melaksanakan asuhan mandiri pemanfaatan TOGA dan Akupresur ini harus dilakukan dalam satu sistem pelayanan kesehatan dasar sebagai bagian dari program Indonesia Sehat sebagaimana terdapat pada Rencana Strategis Kementerian Kesehatan. Secara bertahap mulai tahun 2015  sampai dengan  tahun 2019 diharapkan 75% puskesmas di  Kabupaten/Kota melakukan pembinaan pelayanan kesehatan tradisional, termasuk didalamnya puskesmas melakukan pembinaan terhadap kelompok asuhan mandiri dalam memanfaatkan TOGA dan Akupresur Dengan melakukan asuhan mandiri berarti kita telah berupaya merubah paradigma pengobatan kuratif menjadi promotif dan preventif, yang bermanfaat untuk efisiensi dan efektivitas bagi keluarga dalam menjaga kesehatan diri sendiri dan keluarganya. Sesuai dengan anjuran Menteri kesehatan, diharapkan kunjungan masyarakat ke Puskesmas merupakan kunjungan dalam  rangka konsultasi kesehatan bukan untuk mengobati sakitnya.

Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga

Program ini merupakan salah satu cara puskesmas untuk meningkatkan jangkauan sasaran dan mendekatkan/ menigkatkan akses pelayanan kesehatan di wilayah kerjanya dengan mendatangi keluarga.

Ada 12 Indikator penilaian terhadap keluarga sehat yaitu :

  1. Keluarga mengikuti KB
  2. Ibu bersalin di fasilitas kesehatan
  3. Bayi mendapat imunisasi dasar lengkap
  4. Bayi mendapat ASI ekslusif selama 6 bulan
  5. Pertumbuhan balita dipantau tiap bulan
  6. Penderita TB Paruberobat sesuai standar
  7. Penberita hipertensi berobat teratur
  8. Gangguan jiwa berat tidak ditelantarkan
  9. Tidak ada anggota keluarga yang merokok
  10. Keluarga mempunyai akses terhadap air bersih
  11. Keluarga mempunyai akses atay menggunakan jamban sehat
  12. Sekeluarga menjadianggota JKN/Askes

Bentuk asuhan mandiri yang memanfaatkan Taman Obat Keluarga (TOGA) dan keterampilan akpresur berbasis PIS-PK

Dari 12 Indikator penilaian terhadap keluarga sehat, Direktorat Pelayanan Kesehatan Tradisional memiliki program unggulan yaitu Asuhan mandiri kesehatan merupakan upaya untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan serta mencegah dan mengatasi gangguan kesehatan ringan secara mandiri oleh individu dalam keluarga, kelompok atau masyarakat dengan memanfaatkan TOGA dan keterampilan akupresur.

Beberapa tanaman yang ada di TOGA dapat dimanfaatkan oleh keluarga atau kelompok masyarakat. Tanaman-tanaman ini sudah digunakan secara turun menurun oleh orangtua kita terdahulu dan merupakan warisan budaya bangsa dalam pengobatan tradisional Indonesia. Sampai saat ini masyarakat Indonesia masih menggunakan tanaman ini dalam kehidupan sehari-hari, tentulah penggunaannya sudah dinyatakan aman bagi kesehatan kita.

Pemanfaatan TOGA dan akupresur ini dapat dilakukan oleh diri sendiri maupun keluarga. Beberapa penanganan gangguan kesehatan ringan, antara lain seperti di bawah ini :

  1. Pada ibu nifas dan menyusui
  • Ramuan ini dapat meningkatkan produksi air susu ibu (ASI), ketika jumlah ASI berkurang.
  • Ramuan yang diberikan terdiri dari Rimpang temulawak sebanyak 7 iris,   Meniran  sebanyak ½  genggam, Pegagan  sebanyak ¼  genggam  dan air  3 gelas. Cara pembuatan, didihkan air, kemudian kecilkan api dan masukkan semua bahan selama 10-15 menit Diminum 2x sehari pagi dan menjelang tidur malam.

 

  • Akupresur untuk meningkatkan jumlah ASI dapat dilakukan  pemijatan pada  perpotongan garis tegak lurus dari sudut kuku bagian kelingking.
  • Lokasi yang terletak 4 jari di bawah tempurung lutut di tepi luar tulang kering.

2. PADA BALITA

Seringkali pada balita keinginan makan berkurang atau menurun, namun jika  lebih dari 1 minggu dapat mengakibatkan kekurangan zat gizi.

  • Ramuan yang dapat diberikan yaitu ambil biji ketumbar  sebanyak 1 sendok teh lalu ditumbuk, seduh dengan air hangat 1 cangkir, tambahkan madu secukupnya, aduk rata. Berikan selagi hangat, minum 1 kali sehari selama 1 minggu.
  • Akupresur untuk meningkatkan nafsu makan dapat dilakukan pemijatan pada lokasi yang letaknya lekukan belakang mata kaki bagian dalam.
  • Lokasi yang terletak pada 4 jari ke atas dari mata kaki bagian dalam.
  • Lokasi yang terletak pada 3 jari di atas pertengahan pergelangan  tangan  bagian
  • Lokasi yang terletak 4 jari di bawah tempurung lutut di tepi luar tulang kering.
  1. Mengatasi Stress

Stress merupakan suatu kondisi yang ditandai dengan ketegangan pada tengkuk dan bahu disertai perasaan tidak tenang.

  • Ramuan yang dapat diberikan : Pegagan 1 genggam,   air 1 gelas, rebus air hingga mendidih, kecilkan apinya dan masukkan pegagan selama 10 menit, lalu diminum 3 x sehari.
  • Akupresur untuk mengatasi stres dapat dilakukan pemijatan pada lokasi yang letaknya di lekukan garis pergelangan tangan  bagian dalam,  segaris dengan jari kelingking.    
  • Lokasi yang terletak di belakang rambut bagian belakang kepala, 1 ibu jari diatas batas rambut.
  • Lokasi yang terletak di puncak bahu, pertengahan antara tengkuk dan pangkal lengan.

Dalam tulisan diatas diharapkan baik petugas kesehatan maupun masyarakat dapat melaksanakan dengan baik dan benar, sehingga perlu dilakukan pelatihan terintegerasi dengan lintas program agar dapat bekerjasama secara harmonis dan intensif dalam mencapai masyarakat Indonesia sehat yang mandiri sekaligus melestarikan warisan budaya bangsa.